Pada tanggal 12 Februari 2025, Balai Kota Surabaya menjadi pusat kemeriahan perayaan Cap Go Meh yang dihadiri oleh puluhan ribu orang. Acara ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga oleh berbagai elemen masyarakat lainnya yang memeriahkan suasana.
Perayaan dimulai dengan penampilan tarian barongsai yang memukau, diikuti oleh berbagai pertunjukan seni lainnya seperti musik oriental Kemuning, wushu, dan kolaborasi musik tradisional dengan orkestra. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam berbagai mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dan berharap momen Cap Go Meh dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di antara warga Surabaya.
Salah satu momen istimewa dalam perayaan tersebut adalah partisipasi sekitar 16 siswa dan siswi dari SMP Negeri 45 Surabaya. Mereka menyaksikan berbagai pertunjukan yang memukau. Kehadiran para pelajar ini menunjukkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya dan tradisi, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Pahlawan.
Selain pertunjukan seni, acara ini juga dimeriahkan dengan pembagian 5.000 porsi lontong Cap Go Meh gratis kepada pengunjung, yang disediakan oleh UMKM binaan Pemkot Surabaya dan paguyuban masyarakat Tionghoa. Hal ini tidak hanya menambah kemeriahan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Perayaan Cap Go Meh di Balai Kota Surabaya tahun ini menegaskan komitmen kota dalam menjaga keragaman budaya dan mempererat persaudaraan antarwarga. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.